Vers 1.
Lagi-lagi materi, no 1.
sungguh tak mau,sangat mengganggu.
meraja lela,koruptor makin kaya.
ku tak bisa melihatnya,begitu tega.
meminta-minta di pinggir jalanan.
menagis-nangis yang sedang kelaparan.
mereka di lupakan,begitu kasihan.
uang di jadikan sang penghargaan.

kehidupan yang sangat-sangat tak adil.
seperti orang usil,tengil ku sentil.
omong kosongnya yang menjadi hasil.
kami tak berharap janji-janji tak tepat.
lupakan rakyat begitu sangat bejat.
hanya bermartabat di kalangan masyarakat.
pandanglah rakyat mu semakin sekarat.
Chorus :
Kasihanilah mereka yang sedang kelaparan
Hargailah Mereka si pinggir jalanan
Kasihanilah mereka yang sedang kelaparan
Hargailah Mereka si pinggir jalanan
Vers 2.
orasi koalisi,demi kejar komisi.
sibuk rebut posisi,takut hilang jatah nasi.
kalau tak korupsi, kapan bisa balik modal.
esensial saling jegal masal di buat legal.
kebal dari pasal,petinggi angkat dagu.
berwibawah nan angkuh,sang jawara pemilu.
hanya slogan semu, yang di tawar-tawarkan.
tak dapat di bedakan, pimpinan dengan majikan.

giliran muncul skandal,cari cara hapus jejak.
gosip baru di cetak,public ganti yang di simak.
berbasis dengki autorki di salah guna,,
penyelewengan dana kategori rencana,,
rakyat terus bersabar dan hanya bisa berharap,,
aspirasi mengendap bertumpuk jarang di tanggap,,
sungguh biadab kerasnya dunia politik,,
penuh intrik demi uang nasip kita tercabik cabik,,
Chorus :
Kasihanilah mereka yang sedang kelaparan
Hargailah Mereka si pinggir jalanan
Kasihanilah mereka yang sedang kelaparan
Hargailah Mereka si pinggir jalanan
No comments:
Post a Comment